Hai Pemkot, Juara Sodorkan 5 Point Penting Tanggapi Pembatasan Jam Malam

  • Whatsapp
Anggota DPRD Manado Jurani Rurubua SST. (foto rollykid)

Manado, KOMENTAR.ID

Banyaknya persoalan terkait kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang mmebatasi Jam Operasional malam hari, rupanya menjadi perhatian Legislator Manado Jurani Rurubua SST. Menurut Jurani, kebijakan non solutif itu, tidak saja membuat kejenuhan sosial bagi masyarakat, secara tidak langsung mematikan aktivitas yang berdampak besar disisi ekonomi.

Read More

“Para pekerja seni serta pelaku usaha mulai gerah dengan kebijakan pembatasan jam operasional tersebut. Karena sampai saat ini tidak ada Win Solution dari pihak pemerintah, yang notabenenya pemangku kebijakan,” kata Srikandi asal PSI itu Sabtu (27/2/2021).

Belum lagi kata Jurani, tindakan dan sikap tidak humanis yang ditunjukkan oleh petugas saat menjalankan amanah dan aturan, dinilai tidak berkeadilan. Hingga justru mmbuat masalah baru.

“Bagi mereka, selain mematikan aktivitas yang berdampak terhadap kehidupan keluarga dan lingkungan, tindakan para aparat yang merazia di malam hari sesekali menunjukkan sikap yang tak humanis dan tidak berkeadilan. Akhirnya, ada saja peristiwa adu mulut antara petugas dan warga terjadi. Itukan persoalan baru. Akibatnya, pelaku usaha bukan hanya mengalami kerugian, tapi turut membuat banyak karyawan mereka kehilangan pekerjaan. Timbul pertanyaan apakah corona hanya ada di malam hari. Mengapa jam 8 malam semua harus tutup,” tegas Juara sapaan akrabnya.

Namun begitu, Juara menyebutkan 5 Point penting yang perlu dilakukan pemerintah, guna menciptakan keseimbangan dalam kebijakan mencegah penularan Covid 19.

“Bagi Saya, semua harus win win solution. Melawan covid 19 baiknya dengan kesadaran kolektif. Namun membantu warga dari himpitan ekonomi pun harus dipertimbangkan. Poin Saya, pemerintah harus membuat keseimbangan dalam kebijakan mencegah corona agar tidak menjadi polemik di masalah lainnya. Yang pertama, jangan batasi jam operasional, namun tetap himbau untuk membatasi jumlah massa dalam suatu tempat. Tetap peringatkan semua pihak agar memberlakukan Protap kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan semacamnya, kemudian manfaatkan vaksin yang telah menelan uang tak sedikit agar tersalur secara merata. Selanjutnya, gunakan upaya pendekatan persuasif dan komunikasi yang positif kepada semua pihak, Jangan arogan apalagi hingga represif. Dan tidak kalah penting adalah siapkan bantuan sosial dan modal usaha yang diberikan kepada warga dengan tepat sasaran. Saya kira bila pemerintah melakukan 5 hal tersebut, bukan tidak mungkin upaya mencegah corona pasti signifikan, serta menyelamatkan warga dari krisis finansial akan berdampak baik. Jadi, pembatasan jam operasional malam hari bisa dianggap positif namun tidak solutif. Manjo, jaga kesehatan semua.” kunci wanita petarung yang akrab disapa Kak Rani tersebut.

[rol/kid]

Related posts