Eropa Lockdown Kembali Setelah Dilanda Gelombang Ketiga Covid-19

  • Whatsapp
Pemilik usaha kecil dan restoran melakukan unjuk rasa untuk memrotes penerapan kembali lockdown akibat lonjakan COVID-19, di Roma, Italia. [IST/VOA]

BENUA Eropa mengalami gelombang ketiga Covid-19,  sehingga pemerintah kembali memberlakukan lockdown. Sedangkan di Inggris toko-toko, bar dan layanan umum telah dibuka.

Pemberlakuan lockdown ini menuai pro dan kontra warga Itali. Warga marah karena pemerintah menutup perekonomian mereka. Warga melakukan protes besar dan berkumpul di Roma.

Read More

Salah seorang pengusaha restoran di daerah Veneto menyebut; “kami perlu kerja, kami butuh uang, kami lelah dan tidak bisa menghadapi ini lebih lama lagi”.

Prancis, Jerman dan beberapa negara Eropa juga msh memperpanjang masa lockdown yang dikarenakan gelombang ketiga Covid-19. Menurut para dokter jumlah warga muda semakin banyak yang di rawat di RS.

Konselir Jerman Angela Merkel memberi peringatan keras untuk warganya bahwa gelombang ketiga ini kemungkinan menjadi yang sangat sulit.

Covid-19 mengalami lonjakan disebabkan Varian B117 yang diidentifikasi pertama kali di Inggris. Garis besar terjadinya lonjakan Covid-19 karena kurangnya masyarakat percaya atas vaksinasi

Di sisi lain dari jajak pendapat memperlihatkan kepercayaan publik terhadap vaksin AstraZeneca di Inggris mencapai 75 persen. Tetapi mayoritas penduduk di Perancis, Jerman, Italia, dan Spanyol berpendapat vaksin itu tidak aman.

“Ini merupakan insiden yang sangat jarang terjadi. Ada, tetapi kita harus mempertimbangkan risiko tertular covid atau tertular penyakit yang parah, bahkan meninggal akibat covid. Dan di banyak tempat dan untuk kebanyakan orang, itu merupakan risiko yang jauh lebih besar,” kata Dokter Peter Drobac, pakar kesehatan global dari University of Oxford seperti dinukil dari VOA Indonesia.

[fty/voa/kid]

Related posts