Dukung Rantai Bisnis Perikanan, Kemendag Optimalkan Sistem Resi Gudang

  • Whatsapp
Wamendag Jerry Sambuaga diwawancarai wartawan usai memimpin rakor. [IST/KOMENTAR.ID]

Manado, KOMENTAR.ID

Kementerian Perdagangan terus mengoptimalisasi sistem resi gudang atau SRG perikanan. Tujuannya untuk meningkatkan dukungan bagi daerah-daerah yang menghasilkan ikan sebagai komoditas unggulan.

Read More

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan hal itu dalam “Rapat Koordinasi Pengembangan SRG di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara”, saat bertandang ke Kota Manado, Kamis (15/4/2021).

Menurut Sambuaga, SRG bagi komoditas perikanan akan bermanfaat mendukung kontribusi sektor kelautan dan perikanan bagi perekonomian nasional, termasuk bagi kinerja ekspor komoditas perikanan.

Selain itu, skema SRG diharap membantu nelayan dan pembudidaya mendapat harga tawar yang lebih baik dan jaminan penyerapan pasar.

“Diharapkan juga harga komoditas kelautan dan perikanan seperti ikan dan rumput laut yang fluktuatif bisa dicegah,”” ungkap Wamendag Jerry Sambuaga.

Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara adalah daerah penghasil ikan yang dapat diresigudangkan, sehingga menjadi daerah yang potensial untuk implementasi SRG perikanan.

SRG perikanan menurutnya akan memberikan alternatif solusi bagi para nelayan dan pembudidaya dalam menghadapi fluktuasi harga ikan.

“Selain itu, SRG juga merupakan langkah percepatan penyerapan produksi nelayan dan pembudidaya ikan yang belum terserap pasar dengan harga wajar. “Maka dengan skema SRG diharapkan nelayan dan pembudidaya bisa terjaga kesejahteraannya” kata Wamendag Jerry Sambuaga.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, volume perikanan tangkap di keempat provinsi tadi tahun 2020 mencapai 1.403.362 ton atau 21 persen dari volume nasional. Sedangkan rumput laut mencapai 1.265.588 ton atau 12 persen dari volume nasional.

Wamendag Jerry optimistis pelaksanaan SRG perikanan dapat menjadi strategi ampuh menyederhanakan mata rantai perdagangan.

Para pelaku usaha perdagangan yaitu eksportir, pengusaha ritel, atau pedagang besar lainnya dapat secara langsung membeli barang ke nelayan.

“Sehingga, nelayan pun diuntungkan dengan perolehan harga jual yang lebih kompetitif” tukasnya.

[yha/kid/rls]

Related posts