Debt Collector Rampas Mobil Depan MTC, Erny Polisikan PT Hasrat Multifinance

  • Whatsapp
Foto ilustrasi suasana malam Jalan Boulevard Manado. [ISTIMEWA]

Manado, KOMENTAR.ID

Kasus perampasan kendaraan bermotor oleh debt collector kembali terjadi di Manado. Kali ini korbannya perempuan Erny Vonny Prang (60), warga Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang.

Read More

Erny pemilik mobil merasa keberatan dengan tindakan sepihak debt collector dari PT Hasrat Multifinance.

Mobilnya yang keseharian dipakai lelaki Rio Simpoha sebagai taksol, dirampas di depan Manado Trade Center (MTC), Jalan Pierre Tendean (Boulevard), Jumat (15/01/2021) lalu.

Korban yang kecewa akhirnya datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) melaporkan kejadian tersebut, Senin (08/03/2021.

Dari laporan, awalnya mobil Toyota Agya warna hitam dengan nomor polisi DB 1914 LX, dikendarai oleh saksi lelaki bernama Rio Simpoha, untuk taksi online.

Pada saat saksi sedang menurunkan penumpang di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba datang beberapa orang langsung masuk ke dalam mobil dan berusaha merampas kunci kendaraan tersebut.

Namun saat itu saksi tidak memberikannya. Saat itu juga saksi langsung menghubungi pelapor dan menceritakan kejadian yang dialaminya.

Mendapatkan informasi tersebut, selang beberapa menit kemudian saat pelapor bertemu dengan beberapa orang lelaki yang mengaku dari PT Hasrat Multifinance, meminta uang jalan sebesar Rp6 juta.

“Bila uang itu diberikan, kendaraannya aman, bisa diambil kembali,” aku korban dalam laporannya.

Karena pelapor tidak memberikan uang tersebut, tanggal 18 Januari 2021, pelapor selaku pemiliki kendaraan datang ke Kantor PT Hasrat Multifinance untuk membicarakan soal tungakan kendaraan miliknya kepada lelaki bernama Rusly.

Dari negosiasi itu, Rusly mengatakan pelapor harus membayar tunggakan kendaraan miliknya dengan menyetor uang selama delapan bulan, dari sepuluh bulan yang tertunggak.

Pelapor kemudian memberikan uang sebesar Rp31 juta. Sialnya, hingga laporan polisi ini dibuat, kendaraan milik korban tidak juga diberikan oleh pihak PT Hasrat Multifinance.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Tommy Aruan, ketika di konfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporannya sudah diterima. Saat ini masih dalam proses penyelidikan unit Reskrim Polresta Manado dan akan langsung ditindaklanjuti,” ucap Aruan.

[jon/kid]

Related posts