Ahli Waris Ruland Mantiri Tanggapi Status Tanah Maen yang Diklaim Keturunan Wangania

0
590

Ahli waris berdiri di makam Louis Mantiri. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID

Pernyataan ahli waris Dotu Wangania 1, yakni Johanis Wangania mengenai sejarah dan kepemilikan tanah Maen, Likupang, Minahasa Utara di media masa mendapat tanggapan keluarga Louis Mantiri. Penerima kuasa dari ahli waris Ruland Istefanus Mantiri, yaitu Billy Rondonuwu menganggap keterangan Wangania sebagai penjelasan yang tidak berdasar.

Billy menjelaskan, Louis Mantiri adalah ayah kandung dari almarhum Mayor Udara (Purn) Ruland Istefanus Mantiri. Louis Mantiri adalah masyarakat asli Likupang bukannya Danowudu. 

Lebih lanjut, Billy Rondonuwu mengungkapkan sebagai berikut; 

Desa Maen, dahulunya adalah sebagai bagian dari Negeri Likupang Distrik Tonsea. Sekitar tahun 1930-an Louis Mantiri menghadap Mayor Palengkahu. Tujuannya, untuk mendirikan Desa Maen. Namun karena salah satu syarat pembentukan dan atau pendirian satu desa harus memiliki sekurang-kurangnya 50 KK, maka permohonan Louis Mantiri tidak direalisasi.


Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1937 Louis Mantiri memberikan hibah atas sebahagian tanah yang dibelinya, kepada 84 KK yang berasal dari suku Atinggola, yang notabene adalah pekerja-pekerja kebunnya juga. Nah sesudah memberikan hibah, Louis Mantiri kembali menghadap Mayor Palengkahu untuk hal permohonan pembentukan satu desa yang bernama Maen. 


Dan oleh karena dalam segi jumlah kependudukan saat itu sudah memenuhi persyaratan, maka permohonan Louis Mantiri untuk pembentukan Desa Maen direalisasikan. Louis Mantiri yang menjadi Hukum Tua pertama di desa tersebut. Terlepas dari hibah yang dimaksud (diatas), Louis Mantiri meninggal dunia pada tahun 1945. Jadi bagaimana mungkin Louis Mantiri melakukan penjualan tanah di tahun 1990. 


Jadi untuk yang mengaku penerima kuasa ahli waris Wangania, saya rasa keterangan dalam pemberitaan yang diberikannya adalah hoax. Apalagi kalau menurut beliau, Louis Mantiri bukan asli orang Likupang melainkan Danowudu dan pernah melakukan penjualan tanah di Tahun 1990.


Dalam wilayah Desa Maen yang sekarang ini juga sudah ada Desa Wineru, memang terdapat tanah ketujuh Dotu. Ada Dotu Rarame, Dotu Kumaunang, Dotu Tangkudung, Dotu Runtuwarouw, Dotu Wangania I, Dotu Wangania II, dan Dotu Unsulangi. 


Namun semua kepemilikan mereka telah dilakukan penjualan kepada Louis Mantiri. Surat-surat penjualan dari ketujuh Dotu tersebut ada sama saya, dan selain pernah digunakan pada saat pendaftaran pertama pasca kemerdekaan, barusan juga saya legalkan di instansi yang berwenang. Dan sebahagian pihak yang membantu para ahli waris Ruland Istefanus Mantiri saat ini, adalah para ahli waris dari Dotu Wangania juga. Lagian pasca kemerdekaan kan ada pendaftaran tanah, nah pihak yang mengaku sebagai penerima kuasa dari ahli waris Dotu Wangania yang saat ini mengaku di salah satu media, ada dimana pada waktu itu. Terang Billy Rondonuwu, dia kan beberapa tua-tua kampung Desa setempat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here