Senin 15 Desember 2025, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pelatih Kolintang Indonesia (IPKOLINDO) bersama Paguyuban Pelatih Kolintang (P2KOL) Jawa Timur mengadakan pertemuan di Cafe Omahsae Jl. Musi No.39 Surabaya. Pertemuan istimewa ini menghadirkan Ketua Ipkolindo Ferdinand A. Soputan, S. Kom., M. Sn, Sekjen Rudy Martiama dan Bendahara Tommy Meitro Tamburian.
Sementara itu, kehadiran mereka disambut oleh Ketua Paguyuban Pelatih Kolintang (P2Kol) Jawa Timur Ibrahim Djibran, Penasehat P2Kol Jawa Timur Hein Sorongan, Ketua K3S dan Pemerhati Budaya Kolintang Noufry Rondonuwu dan sekitar 10 orang pelatih kolintang Jawa Timur.
Pertemuan ini menjadi semakin istimewa, karena dalam suasana kekeluargaan, para pelatih berdiskusi dan berdialektika membahas hal yang terkait pengembangan dan pelestarian kolintang di seluruh Indonesia, yang ‘scope’ saat ini adalah Surabaya, Jawa Timur secara keseluruhan.
Kendati begitu, ada sebuah keyakinan bahwa gerakan kebudayaan oleh pelatih kolintang sebagai penggerak utama, tentu tidak bisa dipandang sebagai hal yang biasa saja, karena kunci utama pengembangan budaya seni, secara khusus kolintang adalah pelatih kolintangnya dalam gerak bersama pemerhati, pengrajin, pengamat dan lain-lain.
Adapun dalam kegiatan ini, agenda yang dibahas antara lain seputar kegiatan-kegiatan yang mengetengahkan dan melibatkan pelatih kolintang, dalam perjuangan mempertahankan eksistensi kolintang di Indonesia secara luas. Paling tidak beberapa kegiatan yang direncanakan adalah workshop bagi calon pelatih kolintang di Jawa Timur, Festival Kolintang Surabaya dan Lomba Kolintang kategori SD & SMP yang berjenjang yakni diawali ditingkat daerah kemudian ada yang akan terpilih untuk grand final di tingkat nasional. Inilah yang menjadi poin-poin pembicaraan dan akan dijalankan mulai tahun 2026.
Sejalan dengan itu, hal penting lainnya adalah pengakuan terhadap IPKOLINDO oleh Kementrian Hukum Republik Indonesia menjadi kabar gembira bagi insan pelatih kolintang. dalam kaitan dengan itu, tentu saja perjuangan tersebut di atas, selalu berbarengan dengan semangat dan spirit Pembina IPKOLINDO, Penny Iriana Marsetio, karena misi utama semuanya adalah melanjutkan proses pewarisan, regenerasi dan keberlanjutan seni kolintang ini di masa akan datang.***






