Diduga Korban Sianida, Kematian Coach Tinju Sangihe Dilapor Polisi

Tahuna, KOMENTAR.ID

Insan tinju Kepulauan Sangihe kehilangan Coach atau pelatih yang sangat proaktif melatih, terlebih membimbing para atlit tinju usia muda.

Namun kematian Coach Naskar Stenly Sageghe dalam usia 51 tahun kini menjadi tanda tanya besar dan dinilai tidak wajar.

Karena itu, pihak keluarga menempuh langkah hukum dengan melaporkan kematian sang pelatih ke Polres Kepulauan Sangihe.

Pelapor berinisial Y.N. yang juga isteri korban mendesak Polres Kepulauan Sangihe mengusut tuntas kasus meninggalnya sang suami yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Liung Kendaghe Tahuna kurang lebih enam hari kemudian menghembuskan nafas terakhir pada hari Minggu (11/10/2026).

Desakan YN ini menyusul ketidaktahuan pihak keluarga dengan kondisi korban yang tiba-tiba dikabarkan sudah berada di Rumah Sakit Liunkendage Tahuna dengan kondisi koma dan temuan luka melepuh pada kedua kaki dan bagian punggung korban yang hingga kini belum diketahui penyebabnya.

YN juga beralasan melapor karena menurut hasil diagnosa medis, kondisi organ dalam suaminya rusak, pada bagian ginjal diduga ada racun yang menumpuk dan juga kondisi hati dan lainnya juga rusak

Terkait dengan kasus ini, Kasat Reskrim Polres Sangihe, IPTU Harli Essing Buida, membenarkan ada laporan dan memastikan akan memproses laporan tersebut.

“Benar sudah ada laporan, dan selanjutnya akan diproses sesuai mekanisme”kata Harli.

Sementara itu, kejanggalan kematian Naskar langsung menyebar dan viral di media sosial. Bahkan pihak keluarga dan masyarakat setempat, mencurigai kematian pria yang berdomisili di Towoe Kelurahan Sawang Bendar Tahuna diduga karena tidak sengaja menghirup sianida saat menumpang Pumboat atau Pambot (Perahu nelayan Filipina), ketika kembali dari Filipina menuju Sangihe.

Info dari salah sumber, kejadian berawal pada Kamis (01/10/2026), saat itu korban diajak ke Filipina oleh temannya yang berinisial Bumbung untuk berangkat ke Filipina mengantar barang. Namun ketika Bumbung dan korban hendak kembali dari Filipina ke Sangihe, tiba-tiba Pambot yang dipakai Bumbung dan korban mengalami kebocoran dan nyaris tenggelam, namun ditolong oleh Pambot lainnya yang kebetulan juga akan menuju Sangihe.

Akan tetapi hanya muatan dari pambot dan korban yang pindah ke Pambot penolong, sedangkan Bumbung kembali ke Filipina.

Untuk selanjutnya atau saat berada di Pambot yang satunya, korban sudah tidak ada kabar lagi dan nanti keluarga mendapat kabar tiba-tiba korban sudah berada di Rumah Sakit Liunkendage dalam keadaan koma dan mengalami semacam luka bakar.

Keterangan lainnya dari pihak keluarga, yang pertama kali memberi informasi soal korban adalah seseorang berinisial O warga Kecamatan Tabukan Utara.

O bahkan bisa menjadi saksi kunci karena sempat menjadi pihak perantara yang mengantar uang Rp 15 juta dari Bumbung yang berada di Filipina, untuk biaya pengobatan korban.

Informasi yang juga diperoleh dari pihak keluarga dan kerabat korban, O saat ditanya soal barang muatan di perahu mengatakan bahwa pemiliknya merupakan oknum anggota dan merupakan pejabat atau memegang jabatan, namun O langsung meralatnya dan mengatakan barang itu adalah milik temannya.

O sendiri ketika dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui isi muatan Pambot yang memuat korban, ia hanya mengaku ditelpon Bumbung (Teman korban) dari Filipina untuk menjemput korban.

“Saya tidak tahu apa muatan Pambot, karena saya hanya ditelpon untuk menjemput korban,” kata O saat bertemu di Taman Kota Tahuna.

Namun yang janggal, O juga mengaku tidak tahu menahu siapa pemilik Pambot beserta ABK yang mengantar korban, dengan alasan Pambot itu berasal dari Filipina.

“Kalau soal Pambot yang membawa korban saya tidak tahu pemilik dan muatannya, sebab itu Pambot dari Filipina dan mereka lansung kembali,” jelas O.

Banyak pihak berharap misteri dibalik kematian sang Coach segera terungkap, apalagi ada dugaan jika muatan Pambot yang mengantar korban adalah barang terlarang dan berbahaya. {PeyKID{

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts