Alat Berat Yobel Lengkey Juga Dapat Kecaman karena Merusak Infrastruktur Umum

Ratatotok, KOMENTAR.ID
Kecaman warga terhadap aktivitas terhadap pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Soyowan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ikut menyasar sosok Yobel Lengkey.

Informasi diperoleh,Yobel sangat aktiv memotong pohon dan membongkar permukaan tanah untuk kepentingan tambang ilegalnya.

“Aktivitas tambang ilegalnya sudah menyebabkan aliran air dan lumpur ke jalan raya. Tapi dia seperti dilindungi aparat selama ini,” ungkap salah satu warga Morea yang melintasi jalan Soyowan.

Aktivis Sulut Jeffrey Sorongan, kedapa redaksi
meminta Kapolda Sulawesi Utara yang baru dan Kapolres Minahasa Tenggara dan Kasat Reskrim tidak sekadar menerima informasi, tetapi melakukan pemeriksaan langsung dan menyeluruh terhadap lokasi yang dipersoalkan.

Menurut Sorongan, ini harus mencakup legalitas pertambangan, status lahan, dokumen perizinan, pihak yang menguasai lokasi, aktivitas produksi, hingga pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut.

Sorongan juga menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Apabila hasil penyelidikan menemukan adanya tindak pidana dan bukti yang cukup, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebaliknya, apabila aktivitas tersebut ternyata memiliki dasar hukum dan seluruh perizinannya lengkap, aparat juga diminta menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan tidak terus dihantui dugaan yang berkembang di lapangan.

Jangan sampai persoalan dugaan PETI hanya menjadi isu yang ramai diberitakan, tetapi tidak pernah mendapatkan kejelasan hukum.” Ujarnya.
Hingga berita di dirilis, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi ke APH di Minahasa Tenggara, dalam hal ini Polres Mitra.

(***)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts