Ratahan, KOMENTAR.ID
Warga Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) merindukan kepemimpinan Mantan Bupati 2 Periode James Sumendap. menurut mereka, Sumendap bukan hanya sekedar memimpin, tetapi sosok yang membuat warga merasa aman, selama 10 tahun memimpin Kabupaten Mitra. Aneka torehan prestasi serta kerukunan terjalin, kamtibmas terjaga, masyarakat hidup sejahtera. Situasi berbeda dengan sekarang, baru seumur jagung Ronald Kandoli menjabat berbagai masalah mulai melanda Kab. Mitra, mulai dari solar Ilegal, mafia tambang dan konflik sosial dimana-mana.
”Jangan karena memiliki finansial yang mumpuni, padahal terbukti Kandoli tidak tau urusan pemerintahan. sumber juga menyingung, kalau soal bisnis Kandoli sukses besar, tetapi soal pemerintahan tidak ada jaminan apa-apa. ini belum 5 tahun, baru mau memasuki 2 tahun kepemimpinan, pemerintahan suda porakporanda. seharusnya Kandoli berpikir relatif, lebih baik mundur dari pada malu,” ujar pria tersebut,” jelas dia.
Aktivis Sulut Jeffrey Sorongan juga ikut tergerak dengan situasi dalam pemerintahan Kandoli yang dinilainya gagal, belum apa apa, ini awal tetapi dengan adanya berbagai isu di media masa, dimana Kandoli pengendali Solar Ilegal, Mafia Tambang Ilegal bebas beroprasi dan sering terjadi konflik hampir semua desa.
“Isu terbaru yang hangat, Adik Kandung Bupati yaitu Dylan Kandoli diduga memanfaatkan nama besar kakaknya untuk melakukan pemerasan terhadap Pejabat dan ASN di Mitra dengan dalil kegiatan olahraga, padahal ada maksud lain yang akan dibuatnya.”ujar Sorongan
Sorongan.
Ia juga menyinggung adanya pembiaran di kawasan Konservasi Kebun Raya oleh oknum-oknum Pengusaha Tambang Ilegal, dimana pada saat Jemas Sumendap menjabat Bupati, kawasan tersebut betul-betul terpelihara dengan baik, nanti di jaman Ronald Kandoli baru hancur. Apa jangan jangan Ronald Kandoli menerima upeti dari pengusaha tambang Ilegal? Kita juga belum tau,” tanya Sorongan.
Hingga berita ini di rilis, belum ada tangapan resmi dari Bupati Mitra Ronald Kandoli.
Redaksi masih berupaya melakukan klarifikasi.(***)






