Manado, KOMENTAR.ID
Pagi ini, Jumat (27/2/2026), aliran air Sungai Bailang yang melintasi Kecamatan Bunaken, Kota Manado, menjadi saksi bisu gebrakan luar biasa dari jajaran Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara. Di bawah komando langsung Kepala Dinas, Dr. Femmy Suluh, M.Si., seluruh elemen Aparatur Sipil Negara (ASN) Dikda Sulut turun gunung menyisir pesisir sungai dalam aksi “Jumat Bersih” yang masif dan penuh antusiasme.
Bukan sekadar menggugurkan kewajiban apel pagi, gerakan ini adalah manifestasi nyata dari keteladanan kaum pendidik. Mengenakan pakaian kerja lapangan, Dr. Femmy Suluh memimpin langsung di garis depan. Tanpa ragu, ia memberi komando sekaligus ikut memungut sampah plastik, ranting mati, dan limbah yang mengotori tepian sungai. Mengikuti semangat sang komandan, ratusan ASN bahu-membahu membersihkan kawasan tersebut dari ujung ke ujung.
Aksi terpuji di Sungai Bailang ini memiliki gaung dan landasan yang sangat kuat. Gerakan ini merupakan wujud nyata dan sikap tegak lurus Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digaungkan secara nasional sejak awal tahun 2026.
Langkah Kadis Dikda ini juga merupakan penerjemahan langsung dari ketegasan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Sebagaimana diketahui, Gubernur Yulius terus menginstruksikan jajaran Pemprov dan seluruh masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya dan identitas Sulut, bukan sekadar imbauan di atas kertas.
“Pendidikan bukan hanya soal apa yang terjadi di dalam ruang kelas atau deretan nilai di atas kertas. Pendidikan sejati adalah keteladanan! Hari ini, kita buktikan bahwa ASN Dikda adalah garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Dr. Femmy Suluh di sela-sela komandonya.
Lebih lanjut, Birokrat senior yang dikenal dengan integritasnya ini menekankan bahwa persoalan lingkungan adalah tanggung jawab moral bersama.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Gubernur Yulius Selvanus sangat jelas: sampah adalah musuh bersama yang butuh aksi konkret. Sebagai insan pendidikan, kita wajib menjadi role model bagi masyarakat, terlebih bagi siswa-siswi kita. Kita bersihkan Sungai Bailang hari ini, agar anak cucu kita mewarisi alam Sulawesi Utara yang sehat, bersih, dan mempesona!” tambahnya dengan nada penuh semangat yang membakar motivasi para ASN.
Kehadiran “pasukan” Dikda Sulut ini sontak memantik apresiasi warga sekitar Kecamatan Bunaken. Langkah nyata menyisir pesisir sungai ini tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga bertujuan “mencuci” mentalitas masyarakat agar segera meninggalkan kebiasaan membuang sampah ke sungai.
Sinergi antara visi besar Presiden di tingkat nasional, komando tegas Gubernur di tingkat provinsi, dan eksekusi brilian di lapangan oleh Kadis Dikda Sulut hari ini membuktikan satu hal: birokrasi yang bergerak dengan hati dan kepemimpinan yang kuat akan selalu membawa perubahan nyata. Jumat Bersih di Sungai Bailang bukan lagi sekadar cerita tentang memungut sampah, melainkan epik tentang kepedulian, disiplin, dan cinta pada Bumi Nyiur Melambai.






