Tahuna, KOMENTAR.ID
Begini jadinya kalau para tenaga kesehatan (Nakes) dibuat kecewa oleh kebijakkan dan aturaan yang dirasakan sangat merugikan.
Mereka, khususnya Nakes RSD Liunkendage Tahuna langsung jadi berani melakukan demo meski bersifat aksi damai di gedung Kantor DPRD Sangihe, Senin (02/02/2026)
Aksi damai ini merupakan bentuk kekecewaan yang sudah menumpuk dan menuntut para pengambil kebijakkan memenuhi tuntutan tersebut.
Dalam tuntutannya, para Nakes meminta agar persentase pembagian jasa pelayanan BPJS yang telah disepakati dalam rapat internal RSD Liun Kendage Tahuna dan dibacakan dalam rapat paripurna DPRD tidak diubah.
Mereka juga menolak penggunaan jasa pelayanan BPJS sebagai solusi untuk menutupi defisit anggaran rumah sakit.
Tuntutan lainnya, untuk persentase pembagian jasa pelayanan BPJS yang telah disepakati dalam rapat internal RSD Liun Kendage Tahuna dan dibacakan dalam rapat paripurna DPRD tidak diubah.
Dialog yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Sangihe, Risal Paul Makagansa, sempat terjadi perdebatan panas antara Nakes vs Sekda Melanchton Harry Wolf bersama Dewan Pengawas Handry Pasansaran dan Direktur RSD Liunkendage, Poliden Dalawir. Kedua belah pihak sangat ngotot mempertahankan argumen masing-masing, hingga sesekali menuai sorakkan kekecewaan para Nakes ketika Sekda, Dewan Pengawas dan Direktur RSD mencoba memaparkan pendapat mereka.
Bahkan saking alotnya diskusi, para pimpinan demo, beberapa dokter ahli sempat tersulut emosi dan langsung meminta berbicara yang mengarah ke dewan pengawas serta direktur.
“Kami datang ke sini karena tidak mampu lagi menahan rasa kecewa, kami hanya berharap bapak-bapak pimpinan dan anggota dewan dapat memfasilitasi aspirasi kami,”ungkap salah satu pendemo.
Untungnya, aspirasi para Nakes langsung menuai dukungan dari seluruh pimpinan dan anggota dewan yang hadir, mulai dari Risal Paul Makagansa, Marvein Hontong, Arsad Lawendatu, Ruben Medea, Max Pangimangen, Hironimus Makagansa, Tonny Mandak, Benhur Takasihaeng serta Dalmasius Salatia.
Ruben Medea, yang notabene mantan pegawai RSD Liunkendage, terlihat sangat dominan memperjuangkan aspirasi para Nakes, termasuk meminta pimpinan dewan mengabulkan tuntutan yang diajukan.
“Sebagai mantan pegawai rumah sakit, saya tahu persis permasalahan para Nakes, karena itu saya minta tuntutan para Nakes dapat dikabulkan dalam forum terhormat ini,” tegas Ruben yang langsung di aplaus para Nakes.
Akhirnya, meski dialog sempat beberapa kali diskors karena menunggu koordinasi jawaban Sekda, Dewan Pengawas, Asisten III selaku perwakilan pemerintah, pimpinan rapat, Risal Paul Makagansa pun menyimpulkan tuntutan para Nakes dipenuhi, yakni :
- Tambahan penghasilan Nakes RSD Liunkendage disamakan dengan TPP Nakes di Puskesmas.
- Pengaturan jasa Nakes mengacu pada Perbup yang ada saat ini.
- Memberi kesempatan kepada Direktur RSD yang baru melakukan pembenahan. {PeyKID}






