Luar Biasa, Unsrat Sukses Ciptakan Asap Cair untuk Untuk Mengawetkan Ikan

Gubenur Sulut Yulius Selfanus mengunjungi lokasi pameran teknologi asap cair unsrat di Mantos. (Dok. Unsrat)

Manado, KOMENTAR.ID

Salah satu inovasi dalam Sulut Riset dan Inovasi Expo 2025 yang berlangsung dari 18 hingga 20 November  di Atrium Mantos 1 adalah alat pembuatan asap cair, yang dikembangkan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Jenki Pongoh. Alat ini digunakan untuk pengawetan hasil perikanan, mendukung pertanian, hingga aplikasi farmasi.

Jenki menjelaskan bahwa alat ini mengubah asap dari pembakaran limbah kayu, tempurung, cangkang pala, dan daun menjadi cairan. Proses dimulai dari tungku pembakaran, kemudian partikel gas, cair, dan padat dialirkan melalui pipa stainless steel ke ruang pendingin hingga menjadi asap cair.

“Asap cair ini berfungsi sebagai pengawet ikan, membantu perkecambahan dan pembungaan tanaman, bahkan bisa digunakan di bidang farmasi sebagai pengganti formalin,” jelas Jenki. Ia menambahkan, alat ini memanfaatkan limbah lokal sehingga ramah lingkungan dan ekonomis.

Alat ini sudah mulai diproduksi sesuai permintaan, termasuk dari perusahaan di Bali, DTA Rumaduta Primakarsa, yang memesan 400 liter. Jenki menekankan, inovasi ini merupakan hasil penelitian berkelanjutan sejak 2003 dan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal di Sulawesi Utara. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts