Tahuna, KOMENTAR.ID
Perlahan namun pasti, Bupati Michael Thungari – Wakil Bupati Tendris Bulahari (TUARI), mulai menata dan melengkapi struktur kabinet pemerintahannya, menyusul telah beberapa kali dilakukan rolling dan promosi jabatan.
Meski baru sebatas pejabat eselon III dan IV, namun out put dari roling maupun promosi yang dilakukan Bupati Michael Thungari, telah mulai jelas muaranya, khususnya terkait kinerja pelayanan ditengah masyarakat.
Yang mulai nampak dan menuai banyak pujian, termasuk apresiasi dari salah satu mantan birokrat senior Pemkab Sangihe, yakni konsistensi Michael dalam membenahi struktur jabatan, baik pengisian jabatan lowong maupun rotasi dan mutasi.
Sejauh ini kata sumber tersebut, dari beberapa kali dilakukan roling, mutasi maupun rotasi, nyaris tidak ada riak-riak atau aroma ketidakpuasan publik, semua berjalan normal dan baik-baik saja.
Hal ini kata dia, Michael sudah selangkah lebih siap sebagai Bupati, dimana sebelumnya Sangihe pasca rolling, sempat diwarnai situasi ‘mencekam’ dengan adanya komplein maupun gugat menggugat ke PTUN.
“Jujur saja, kehadiran pejabat baru, baik di OPD maupun camat dan lurah hasil rekrutan pak Bupati Michael Thungari sangat berdampak, bahkan kinerja pejabat bersangkutan ada yang viral di medsos,”ungkap sumber tersebut saat diskusi ringan di Taman Kota Tahuna, Selasa (11/11/2025)
“Seperti para camat dan lurah di wilayah Tahuna yang belum lama ini menggelar pelantikkan massal pengurus Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), itu merupakan bentuk konsolidasi lembaga gerak cepat dalam memaksimalkan pelayanan hinggga ke masyarakat paling bawah” sambungnya sambil meminta namanya jangan dipublis.
Selanjutnya, ada langkah strategis yang juga tidak kalah penting dalam waktu dekat harus dilakukan Michael, yaitu hasil seleksi pejabat eselon II, yang nantinya juga bakal menjadi kabinet ring satu hasil rekrutan langsung Michael, dimana kabinet baru ini benar-benar akan menjadi :pasukan’ murni produk TUARI yang loyal dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan visi misi Sangihe ‘MEMBARA’ serta memback-up setiap kebijakkan yang bermuara pada kepentingan rakyat dan kemajuan daerah.
Kalau dilihat dari sudut pandang politis, sampai hari ini, Michael belum punya buah karya tangannya sendiri terhadap jajaran pejabat eselon II, semua pejabat eselon II saat ini masih pejabat peninggalan Bupati sebelumnya, baik Bupati Jabes Gaghana, Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan serta Penjabat Bupati Albert Wounde.
Dalam konteks ini, dengan tidak mengenyampingkan loyalitas maupun dedikasi pejabat saat ini terhadap Bupati baru, Michael diharapkan mampu merubah paradigma status quo para pejabat lama, dan mau tak mau harus berani mengambil langkah tegas, dengan berbagai konsekwensi, jika pejabat eselon II yang akan terekrut nanti, selain berkualitas dan memiliki kompetensi, juga harus memiliki chemistry dengan Bupati.
“Ini penting bagi pak Bupati dalam menjalankan progam maupun kebijakan, jika kabinet yang ada adalah pejabat-pejabat yang direkrut sendiri. Pasti ada cemistry dan pak Bupati akan lebih leluasa bekerja karena ditopang oleh orang-orang yang terseleksi,” kata Ketua PPWI Sangihe, Fentje Janis yang juga hadir berdiskusi.
“Kami hanya berharap, meski masih minim pengalaman sebagai Bupati dan berusia muda, saya yakin pak Michael dengan tingkat kecerdasan diatas rata-rata, tidak akan terpengaruh jika ada intervensi dalam perekrutan pejabat eselon II. Mari kita beri kesempatan dan kepercayaan kepada kaum muda untuk berkarya,” pungkas mantan anggota DPRD Sulut ini.
Sementara itu, dari informasi terpercaya di Pemkab Sangihe, bulan Desember mendatang kemungkinan besar sembilan pimpinan OPD yang lowong, akan segera terisi oleh para pejabat eselon II yang saat ini sedang mengikuti seleksi.
Kesimpulan, butuh kebesaran hati dan ketulusan semua elemen di daerah jika ingin kedua pemimpin termuda di Sulut ini sukses membawa Kepulauan Sangihe lebih maju dan sejahtera, beri kepercayaan kepada TUARI mengawali penataan struktural yang kuat, yang tentunya jauh dari intervensi maupun kepentingan pihak tertentu, apalagi kepentingan pihak-pihak yang merasa sangat berjasa atas terpilihnya TUARI, pihak yang merasa turut berkuasa dibalik kemenangan Pilkada, yang belakangan ini sangat meresahkan.
Michael disebut-sebut paling berpeluang memecahkan mitos Bupati Sangihe dua periode, jalan menuju kearah itu semoga tidak dirusaki oleh kepentingan sesaat dari pihak-pihak yang merasa dekat api, lalu juga merasa diri ‘penguasa’….Somahe Kai Kehage !!!. {PeyKID}






