Surabaya, 2 November 2025, menjadi moment dimana kolintang kembali mendapat tempat untuk difestivalkan. Surabaya dengan puluhan bahkan ratusan grup kolintang, boleh dikata selalu memberi tempat bagi kolintang untuk bergaung dalam moment moment seperti festival, lomba dan pergelaran. Tepatnya hari ini, minggu 2 November, kolintang dilombakan dalam konsep festival kolintang Zaitun Fiesta 2025.
Dalam Festival ini, tak kurang dari 12 Grup kolintang, tampil dalam festival yang digelar di Gereja Bukit Zaiitun Wisma Mukti Klampis Anom Surabaya. Pendeta GPIB Bukit Zaitun, Pdt. Ronald Marbun dalam moment acara ini mengatakan bahwa musik kolintang telah menjadi bagian dari nafas kehidupan jemaat kami. Karena kolintang telah menjadi wujud nyata yang menggerakan diri kami serta menambah rasa cinta sebagai saudara bersaudara. Di sisi yang sama, seirama dengan Pdt Jemaat ini, Ketua Panitia Djoko Mulyono menyatakan bahwa kolintang ini secara otomatis telah turut menjalin persaudaraan satu sama lain, dan menjadi nafas persatuan siapapun dari berbagai suku, agama dan golongan.
Demikian juga, salah satu tokoh kolintang surabaya Hein Sorongan, yang adalah juga pelatih senior dan berpengaruh di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya, mengatakan Festival kali ini bejalan baik, semua pengunjung pemain dan pelatih puas dengan hasil, acara pun demikian sukses karena ditunjang oleh penilaian sangat objektif, dan tentu saja secara otomatis kualitas penyelenggaraan festival kolintang semakin meningkat.
Semoga kedepannya kualitas lomba kolintang maupun festival kolintang bisa terus dipertahankan, sehingga kolintang bisa terus bergaung dan berselancar terus menerus dengan nada dan irama kayu ini.
Lomba ini akhirnya menahbiskan para jawara sbb:
Kategori A:
- Pandan Wangi SMP Negeri 1 Buduran Sidoarjo
- Spemsada Sidoarjo
- Bahtera Blessing Kids
Kategori B:
- dVocatio
- Sun Flower
- Wanita Genta Kasih.
Adapun juri yang menjadi tim penilai adalah: Audy Posumah, Dwi Purwanti & Ambrosius Loho.






