Salatiga, 19 Agustus 2025. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, selama kurun waktu tiga tahun yakni 2023, 2024 & 2025, berturut-turut memberi panggung bagi eksistensi kolintang untuk berdenting. Hal itu nyata dalam penampilan terbaru yakni dalam Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dimana Sanggar Maimo Kumolintang, tampil dengan membawakan 2 buah lagu, yakni Lagu: Dari Sabang sampai Merauke & Hymne Guru, di Balairung Utama (BU) UKSW, Salatiga – Jawa Tengah.
Dengan jargon: “Berakar pada Satya Wacana, Berinovasi Bagi Dunia”, kesempatan yang diberikan oleh civitas akademk UKSW, merupakan wujud perhatiannya pada seni dan budaya khususnya kolintang yang bukan kebetulan, telah mendapatkan pengakuan UNESCO pada 5 Desember 2024.
Penampilan Sanggar Maimo Kumolintang ini, digawangi oleh para managemen dan pemain kolintang masa depan yakni: Pimpinan Sanggar: Jeffry C. Makahaube & Pelatih: Nehemia Iwan Tri Yulianto. Adapun para oemainnya yaitu: Ina: Edward V.J. Makahaube (Kelas 9 Sekolah Anak Terang- Bethany, Salatiga), Karua: Aleyna E. Manuputty (Kelas 8 “Jungle School, Salatiga), Uner: Kathleen G.J. Kaseke (Kelas 8 Sekolah Anak Terang-Bethany, Salatiga), Sela: Iwan , Loway: Reinhart V.J. Makahaube (Kelas XI, SMA Kristen Satya Wacana).
Grup sanggar ini terbentuk dengan nama “Maimo Kumolintang” pada tanggal 17 November 2019. Grup kolintang Maimo Kumolintang sendiri terdiri dari 2 grup musik anak, remaja yang ada di Salatiga dan Jakarta. Di bawah naungan Gereja Bethany Indonesia Salatiga, Grup Maimo Kumolintang mendapatkan dukungan untuk aktif, kreatif serta inovatif sehingga permainan musik kolintang dapat diterima di semua kalangan.
Melampaui itu, penampilan grup Maimo Kumolintang ini sejalan dengan misi kebudayaan. Sebagaimana kita ketahui, pembangunan kebudayaan di Indonesia memiliki dua tujuan utama, yaitu ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia terhadap peradaban dunia. (Arda 2023). “Ketahanan budaya itu penting dan menjadi dasar kuat, karena bagaimana pun derasnya globalisasi masuk ke bangsa kita, sepanjang kita punya ketahanan budaya, kita akan kuat.
Maka dari itu, ketahanan budaya lewat musik kolintang yang selalu dijaga, menjadi kunci utama pembangunan dan peradaban bangsa. Demikian juga ketahanan budaya juga merupakan upaya untuk melindungi, mengembangkan, dan melestarikan nilai-nilai budaya luhur bangsa Indonesia, karena selain dasar yang kuat, ketahanan budaya merupakan identitas setiap insan Indonesia dan oleh karenanya, pasti budaya Indonesia tetap lestari.*






