Manado, KOMENTAR.ID
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Louis Schramm geram mendengar penjelasan dari perwakilan buruh Restoran Mie Gacoan terkait upah yang belum terbayarkan oleh Pihak Managemen PT Pesta Pora Abadi (PPA), dalam RDP Rabu (13/8) Siang hingga Sore tadi. Menurutnya, sangat jelas intimidasi sekaligus eksploitasi dari pihak pelaksana proyek yakni, CV Reforma Kurnia. “Ini sudah jelas intimidasi dari pihak pelaksana, sebab bisa saja CV ini tidak miliki modal untuk lakukan pembayaran kepada pekerjaan. Karena kalau pembangunan terus gunakan dana pribadi, itukan bukan rumah kalian (Buruh),” seru Schramm. Ia sendiri menegaskan, sikap tidak koperatif terlihat ketika pihak CV RK tidak hadir dalam RDP tersebut. “Lihat saja undangan kami tidak diindahkan, dihubungi tidak merespon. Ini saja sudah menjadi bukti inkonsisten dari mereka (CV RK). Sayaakan mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah untuk black list CV RK yang tidak bertanggungjawab itu,” tegas Schramm. Meski begitu, Ia menjelaskan bahwa Komisi IV bukan eksekutor tapi sebatas mencari solusi lewat memfasilitasi pertemuan tersebut. “Saya harap tidak ada konflik, karena kami baru-baru ini baru saja menggelar rapat bersama Unsur TNI dan Polri, yang nantinya akan melakukan penindakan tegas jika ada gangguan kamtibmas bentuk apapun,” imbau Schramm. Hal itu diungkapkannya, menyusul aspirasi dari para buruh yang meminta pekerjaan pembangunan Restoran Mie Gacoan dihentikan untuk sementara sambil menunggu penyelesaian pembayaran upah dari kedua pihak.
[Kid/rol]






