Manado, KOMENTAR.ID
Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, serta penyampaian perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu (23/07).
Rapat yang digelar di ruang paripurna DPRD Sulut ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen, didampingi wakil ketua Michaela Elsiana Paruntu, Royke Anter, dan Stella Runtuwene, diikuti pula Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, bersama jajaran Forkopimda dan seluruh anggota DPRD.
0-3248×1440-0-0#
Pada kesempatan itu dalam sambutannya, Gubernur mengaku RPJMD merupakan wadah baru bagi pembangunan di Sulut. YSK menyebut bahwa RPJMD merupakan dokumen vital yang akan menjadi panduan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun program kerja dan anggaran ke depan.
0-3248×1440-0-0#
“RPJMD ini disusun untuk lima tahun mendatang dan akan dituangkan menjadi arah kebijakan pembangunan Sulut. Ditambah target pertumbuhan ekonomi kita pada 2025 diproyeksikan mencapai 5,62%, dengan fokus pada sektor pertanian, kehutanan, industri dan perdagangan,” ujar Gubernur.
0-3248×1440-0-0#
Ia juga mengungkap bahwa tren angka kemiskinan ekstrem menunjukkan penurunan yang signifikan secara nasional, di angka 0,83%, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut yang kini berada pada level 75,68%.Skema Anggaran Disesuaikan: Efisiensi Jadi PrioritasDalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menyampaikan perubahan KUA dan PPAS APBD 2025 sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden tentang efisiensi belanja negara.
“Skema awal Rp3,420 triliun kita sesuaikan menjadi Rp3,350 triliun. Efisiensi dan realokasi anggaran menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas fiskal daerah, dengan tetap memperhatikan prinsip efektivitas dan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Soroti Tragedi Kapal Barcelona, Gubernur Ajak Berempati dan Apresiasi NelayanTak hanya bicara anggaran, Gubernur Yulius juga menyentil soal insiden tenggelamnya kapal Barcelona. Ia mengajak seluruh pihak untuk menunjukkan empati dan mendukung proses evakuasi yang masih berlangsung oleh tim SAR.
“Kita masih menunggu hasil evakuasi penuh. Saya berikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para nelayan yang secara sukarela dan tulus membantu penyelamatan korban. Ini bentuk solidaritas yang luar biasa,” tutur Gubernur dengan nada haru.






