Manado, KOMENTAR.ID
Beberapa kepala daerah di Provinsi Gorontalo kompak menyatakan sikap menarik saham di PT Bank SulutGo (BSG). Keputusan menarik saham itu lebih dipicu kekecewaan atas hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank SulutGo (BSG) yang digelar pada Rabu (9/4/2025). Pasalnya, dalam hasil rapat tersebut, tidak satu pun perwakilan dari Gorontalo masuk dalam jajaran direksi maupun komisaris Bank SulutGo.
Padahal, Provinsi Gorontalo melalui enam kabupaten/kota tercatat sebagai salah satu pemegang saham di lembaga keuangan tersebut. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menyatakan akan mengambil langkah tegas berupa penarikan seluruh saham daerah dari BSG.
“Pak Bupati dan saya telah sepakat untuk menarik seluruh saham dari Bank SulutGo,” kata Wakil Bupati Bone Bolango, Risman Tolinggohu, Kamis (10/4/2024) pekan lalu.
Langkah serupa juga telah diambil Walikota Gorontalo Adhan Dambea, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, dan Bupati Boalemo Rum Pagau yang memutuskan untuk menarik penyertaan modal daerah di BSG.
“Sepertinya tidak ada penghargaan sama sekali untuk Gorontalo, karena siapa pun nama yang kami akan masukkan tidak diterima lagi,” kata Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.
Lantas berapakah jumlah saham pemerintah daerah di Gorontalo yang diletakkan di BSG?
Melansir website resmi BSG, total saham pemerintah daerah dari Gorontalo yakni Rp222.160.700.000.
Jumlah itu terdiri dari;
- Pemprov Gorontalo: Rp72.978.500.000
- Pemkab Boalemo: Rp48.161.200.000
- Pemkot Gorontalo: Rp34.024.300.000
- Pemkab Gorontalo: Rp25.838.600.000
- Pemkab Gorontalo Utara: Rp22.699.600.000
- Pemkab Pohuwato: Rp18.458.500.000
- Pemkab Bone Bolango: Rp13.015.400.000
Sehingga jumlah uang yang disertakan ke BSG yakni Rp222.160.700.000.
Sementara itu jumlah salah tertinggi yaitu Pemprov Sulut yakni Rp454.471.100.000, menyusul PT Mega Corpora Rp312.984.900.000. Lalu penyertaan modal terendah Pemkab Sitaro Ro3.717.000.000.
Diketahui, dalam RUPS yang berlangsung di Manado, PT Bank SulutGo menetapkan kembali jajaran direksi lama untuk periode lima tahun ke depan. Direktur Utama Revino Pepah tetap memimpin bersama Machmud Turuis, Pius Batara, Joubert Dondokambey, dan Louisa Parengkuan.
Sementara itu, perubahan terjadi pada posisi komisaris. Ramoy Markus Luntungan (RML), yang dikenal sebagai mantan ketua tim pemenangan pasangan YSK Victory di Sulawesi Utara, ditunjuk sebagai Komisaris Utama Bank SulutGo. Komisaris lainnya yang diumumkan antara lain Jacklyn Koloay, Sam Sachrul Mamonto, Djafar Alkatiri, dan Max Kembuan.
(Tn Kamrin)






