Gertak Sambal Polda Sulut Usut Dugaan Korupsi di PD Pasar Manado, Dari Dulu Cuma Habis di Minta Keterangan Direksi

Pasar Bersehati Manado. (Dok.KID)

Manado, KOMENTAR.ID

Penanganan kasus dugaan korupsi yang bersarang di PD Pasar Kota Manado praktis tidak progres sama sekali. Mulai dari kasus dana vendor kebersihan yang dikabarkan sempat dilidik Polresta Manado hingga laporan mantan karyawan di PD Polda Sulut hingga kini mengendap tanpa kabar sama sekali. Pemeriksaan hanya sebatas ambil keterangan direksi dan pegawai. Praktis tidak ada kemajuan.

Padahal pada tahun lalu dan di masa Pilkada lalu, penyidik sempat memanggil sejumlah direksi untuk diperiksa.

Publik lalu mencurigai dua alasan bahwa penanganan kasus PD Pasar Kota Manado akan mandeg bahkan berpotensi SP3 karena dua alasan.

Pertama, kecurigaan sejumlah kalangan, pemeriksaan direksi dan pegawai PD Pasar erat kaitannya dengan kepentingan politik di masa Pilkada karena praktis setelah Pilkada kasus ini terdiam begitu saja.

“Pilkada sudah selesai. Orang yang diinginkan untuk menang juga sudah tercapai. Untuk apa lagi usut dugaan korupsi,” ujar salah satu mantan pegawai PD Pasar Kota Manado.

Kedua, aliran dana APBD Pemkot Manado sangat mempengaruhi kualitas penanganan kasus tersebut.

Di Polresta Manado misalnya, ternyata ada dana APBD yang dialirkan untuk membangun salah satu gedung berbandrol nyaris Rp2 miliar. Kemudian ada juga pembangunan pagar Polda Sulut yang belakangan dihentikan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Langi SIK.

Dua sinyalemen aliran dana Pemkot Manado ini membuat optimisme publik terhadap komitmen Polda Sulut meredup karena status dua perkara tersebut hingga saat ini mandeg di pemeriksaan saksi. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts