BREAKING NEWS: SPAM Kota Manado Resmi Dilaporkan ke Polda Sulut

Kondisi instalasi SPAM Kota Manado di Lotta, Minahasa. (Dok.Inakor)

Manado, KOMENTAR.ID

Proyek instalasi air minum (SPAM) Kota Manado dengan banderol anggaran Rp24 miliar resmi dilaporkan ke Polda Sulut. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) Sulawesi Utara membawa laporan itu, ke Polda Sulut pada Jumat (11/4/2025).

Proyek strategis daerah Tahun 2024 yakni Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Manado ke Polda Sulawesi Utara selama ini menjadi bahan pergunjingan publik karena kondisi proyek yang berlokasi di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa tampak parah. Padahal dana proyek tersebut bersumber dari APBD Kota Manado Tahun 2024 sebesar Rp24,9 Milyar.

“Kita berharap pihak Kepolisian Polda Sulawesi utara segera menindaklanjuti pengaduan tersebut,” ujar Ketua INAKOR Sulawesi Utara Rolly Wenas kepada wartawan, Sabtu (12/4) di Manado

Menurut Wenas, hasil investigasi di lapangan pembangunan SPAM disinyalir telah merugikan keuangan negara. Karena hingga saat ini ada pipa induk yang belum difungsikan belum tersambung karena masih terputus yang ditutupi sekat di ujungnya.

“INAKOR melaporkan proyek itu berdasarkan bukti- bukti yang ada di lapangan,” sebut Wenas.

Wenas juga mengaku siap dimintai keterangan terkait pengaduan tersebut. Dari hasil kunjungan lapangan, banyak ditemukan kejanggalan dan sempat adanya complain warga setempat atas adanya kerusakan pada akses jalan yang mengganggu aktivitas warga imbas proyek ini lakukan penggalian pinggiran jalan aspal untuk pemasangan pipa. Padahal pembangunan itu menelan biaya yang besar.

“Mulai dari soal deviasi bobot pekerjaan yang mengakibatkan adanya keterlambatan pada progress yang semestinya selesai di akhir tahun anggaran, adanya jumlah banyak pipa yang masih tersusun di lokasi proyek tak terpakai dan adanya ujung salah satu pipa induk yang belum tersambung, adanya penyaluran air yang Nampak dilakukan dengan cara mencoak pipa baru ke pipa induk lama, kalau proyek pembangunan SPAM ini hanya untuk menyambungkan ke pipa induk lama itu kan pemborosan anggaran namanya,” jabar Wenas.

Menurut penggiat anti korupsi itu, pembangunan diduga ada persekongkolan sejak awal perencanaan dan dugaan korupsi.

“Bila pembangunan itu tidak ada masalah, sudah pasti bisa difungsikan pada tepat waktunya,” ucapnya.

Poyek Pembangunan SPAM tersebut merupakan salah satu proyek strategis daerah yang dikerjakan PT Duta Tunggal Jaya (PT DTJ) dari Ternate, Maluku Utara serta dalam pengawasan dan pengamanan Kejaksaan Negeri Manado. (Tn Kamrin)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts