Pria Ini Anggap Police Line Cuma Tali Jemuran, Nekad Terobos Mengamankan Babuk BBM Ilegal

Seorang pria menerobos masuk di TKP yang sudah di-police line Polsek Tikala. (Istimewa)

Manado, KOMENTAR.ID

Aksi M salatergolong berani. Dia menganggap police line yang dipasang Polisi hanya semacam tali jemuran yang melintang dan sesuka hati menerobos ke dalam. Itu terjadi di lokasi gudang solar ilegal yang di-police line Polsek Tikala, Manado.

Berselang sehari setelah Kepolisian Sektor (Polsek) Tikala menindaki penampungan BBM ilegal milik terduga Jacqualine alias Ekin yang berada di Kelurahan Malendeng, barang bukti BBM yang berhasil ditindaki tersebut sudah berkurang. Nah kurangnya volume barang bukti ini diduga aksi Marvil yang menerobos ke dalam.

Paparazi sempat mendatangi TKP pada, Selasa (26/3/2025) mendapati lokasi yang dijadikan gudang tersebut. Ironisnya ternyata berada di lahan milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi 1. Di situ terdapat gubuk beratapkan terpal dan didalamnya berjejer tandon (wadah penampung) solar serta beberapa drum, di dalam salah satu Tandon terisi BBM jenis solar.

Anehnya, di dalam lokasi TKP yang sudah terpasang Police Line terdapat dua orang yang salah satunya teridentifikasi merupakan Marvil Tambuwun tangan kanan dari terduga ratu solar Jacqualine Sekoh.

Lucunya, ketika mendapati adanya kehadiran wartawan, Marvil langsung begegas melompat keluar dari dalam Gudang. Momen saat Marvil melompat keluar melangkahi Police Line dari dalam gudang berhasil diabadikan wartawan, jadi area Police Line atau garis Polisi yang terpasang mungkin dianggap tapi jemuran.

Hal ini merupakan suatu tindakan pidana, karena dapat diduga sebagai kejahatan untuk menghilangkan barang bukti, sebagaimana diatur dalam Pasal 221 ayat (1) angka 2 KUHP.

Seprti tidak takut hukum, Marvil bersama orang-orangnya kembali beraksi pada malam harinya sekira pukul 00.00 Wita untuk mengambil barang bukti solar tersebut, namun aksi mereka kembali dipergoki wartawan sehingga mereka mengurungkan niat.

Buntutnya, barang bukti solar didapati sudah berkurang. Ini terbukti dari hasil foto babuk yang diambil wartawan sesaat setelah lokasi tersebut di Police Line pada kemarin, Selasa (25/3/25) dibandikan dengan Babuk solar yang sudah dipindahkan ke Mapolsek Tikala hari ini, Rabu (25/3/25) tepatnya sehari setelah kejadian.

Kapolsek Tikala AKP Djemi Worang saat dikonfirmasi terkait kejadian ini terkesan bungkam dan tidak mau menjawab pertayaan wartawan. Anehnya Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Regen Kusuma Wardani baru mengetahui kejadian ini setelah sehari ditindaki Polsek Tikala, semestinya Polsek Tikala yang tidak memiliki unit Tipidter harus segera melaporkan kejadian saat itu juga ke Polresta Manado sebagai induk.

Diduga aksi berani dari para terduga pelaku penyalahgunaan BBM karena diBack- Up salah seorang oknum wartawan berinisial J L .

Menananggapi persoalan ini, LSM Aliansi Masyarakat Indonesia (AMTI) melalui ketua umum Tommy Turangan mengatakan pihak Kepolisian harus secepatnya menindaklanjuti peristiwa ini. (kim/van)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts