Manado, KOMENTAR.ID
Anggota DPRD Kota Manado Nur Amalia dinilai alergi dengan wartawan pos DPRD Manado.
Betapa tidak, Nur Amalia menolak diwawancarai wartawan, ketika berada di kantor DPRD, Senin (24/3).
Tidak hanya itu saja, Ia terkesan menganggap remeh ketika ingin diwawancarai, padahal ingin menanyakan soal penyaluran bantuan dirinya, pasca banjir yang terjadi di Manado Jumat lalu.
Kejadian tidak mengenakan tersebut, tentu patut dipertanyakan. Sebab sebagai wakil rakyat perlunya informasi di setiap kegiatan yang dilakukan.
“Saya hanya ingin menanyakan soal bantuan yang disalurkan oleh Ibu Dewan Nur Amalia. Kiranya mau minta THR. Tidak apa-apa, itu tak dia,” kata Wartawan yang juga Umat Muslim itu.
Sikap tidak kooperatif oleh Nur Amalia itu dinilai karena semakin dekat Hari Raya Idul Fitri, maka dari itu dirinya menghindar, hanya berjalan menuju kendaraan, sambil berujar.
“Tidak usah wawawancara. Sudah, staf sudah masukkan dua nama ke saya,” seloroh Anggota DPRD.
Menanggapi hal itu, Aktivis Calvin Castro kepada media ini mengatakan, seorang wakil rakyat tidak seharusnya menunjukkan sikap alergi seperti itu. Kata Calvin, media merupakan perpanjangan tangan dari lembaga legislatif terkait edukasi dan informasi.
“Sangat disayangkan jika seperti itu, tapi bisa saja dirinya sudah ada media yang mengawal jelang hari raya ini. Makanya dia menyebutkan ada dua nama rekan wartawan kita, faktor kedekatan saja. Tidak perlu menjadi polemik, karena tidak semua anggota dewan kan seperti itu,” kunci Calvin.
Terpantau, Nur Amalia tiba di kantor DPRD dengan membawa bahan pokok, yang diprediksi akan dibagikan kepada umat Muslim di lembaga legislatif itu.
[Kid/rol]






