
Manado, KOMENTAR.ID
Pasca dirinya dilapor ke Ditreskrimum Polda Sulut, Plt Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Sulut Vanny Loupatty menyatakan sikap tegas. Maemossa memperingatkan Vouke Lontaan dan Merson Simbolon agar tidak lagi menggunakan atribut pimpinan PWI Sulut.
Maemossa mengatakan akan mengambil langkah hukum yang lebih tegas tak terkecuali memenjarakan Voucke – Merson apabila secara terang-terangan menggunakan atribut PWI untuk kepentingan mereka.
Maemossa – sapaan akrab Vanny Loupatty mengatakan, meski Voucke sudah dipecat dari Ketua PWI Sulut namun pertemanannya masih memungkin tetap terjalin.
“Kami tetap berteman walaupun Voucke-Merson sudah bukan lagi pimpinan PWI Sulut. Mereka berdua sudah resmi diberhentikan dari Ketua PWI Sulut dan Sekretaris,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mengingatkan Voucke Lontaan dan Merson Simbolon untuk tidak menggunakan atribut pimpinan PWI Sulut lagi.
“Demi kebaikan Voucke dan Merson, saya ingatkan untuk tidak lagi menggunakan gunakan atribut pimpinan PWI Sulut. Alasannya jelas, mereka berdua sudah diberhentikan!,” tegas Maemossa sembari perlihatkan SK pemecatan Voucke Lontaan dan Merson Simbolon.
Surat Keputusan (SK) tersebut juga menetapkan Vanny Loupatty sebagai Plt Ketua PWI Sulut didampingi Ardison Kalumata sebagai Sekretaris PWI Sulut.
“Jadi sahabat saya itu tidak punya legal standing lagi, sehingga apa yang dilakukan atas nama PWI Sulut bukan tanggungjawab kami,” jelas Maemossa.
Pihaknya juga mewarning keras Voucke Lontaan dan Merson Simbolon untuk tidak lagi menggunakan atribut PWI antaranya Cap & Logo sebagai pimpinan PWI Sulut.
Keduanya juga diperingatkan tidak lagi membuat kerja sama atau perikatan dalam bentuk apapun dengan pihak lain baik pemerintah maupun swasta.
Alasannya, karena sejak SK PWI Pusat Nomor: 134-PGS/A/PP-PWI/II/2025 dikeluarkan tanggal 24 Februari 2025, sejak itu pula Voucke & Merson bukan lagi pengurus PWI Sulut yang sah.
“Sejak resmi dipecat, keduanya tidak dibenarkan lagi menggunakan atribut sebagai pimpinan PWI Sulut. Kalau ada temuan, aparat penegak hukum segera ditangkap!,” pungkasnya. (kim)






