Minut, KOMENTAR.ID
Masamper yang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Nusa Utara, oleh Pemkab Minahasa Utara (Minut), telah dijadikan sebagai salah satu tiang penyangga pariwisata.
Hal ini sebagaimana disampaikan Bupati Joune JE Ganda melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Umbase Mayuntu, di sela-sela Lomba Masamper yang dilaksanakan di JGC, Sabtu (1/3/2025).
“Pemerintah Daerah Minahasa Utara melalui Dinas Pariwisata telah menjadikan ini program tetap untuk menggelar lomba Masamper setiap tahun,” ujar Mayuntu.
Ia menambahkan meskipun budaya ini berasal dari Sangihe, pihaknya akan terus melestarikannya, mengingat etnis Nusa Utara, yang terdiri dari Sitaro, Sangihe, dan Talaud, kini sudah menjadi bagian dari Kabupaten Minahasa Utara.
“Harapan kami lewat iven ini, Kabupaten Minahasa Utara semakin dikenal,” tambahnya.
Sekadar diketahui, lebih dari 35 persen masyarakat Minut adalah etnis Nusa Utara, yang banyak mendiami wilayah pesisir seperti wilayah Kecamatan Likupang serta Wori.
[ein/kid]






