Infus Kedaluwarsa untuk Bayi di RS Hermina Manado: Dugaan Kelalaian Medis yang Mengancam Nyawa

Manado, KOMENTAR.ID

Seorang ibu tak dapat menyembunyikan keterkejutannya saat mengetahui bahwa anaknya yang masih berusia satu tahun diberikan infus yang sudah kedaluwarsa di RS Hermina Manado, sebuah rumah sakit yang dikenal khusus menangani ibu dan anak. Peristiwa mengejutkan ini terjadi saat sang anak dirawat inap akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Menurut keterangan sang ibu, awalnya mereka tidak menyadari kejanggalan pada infus yang digunakan. Namun, saat memperhatikan label pada kantong infus, mereka terkejut melihat bahwa cairan yang diberikan sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Spontan, mereka mempertanyakan hal ini kepada perawat yang bertugas. “Kami kaget, kenapa infus yang dipakai sudah expired? Ini anak saya, usianya baru satu tahun,” ujarnya dengan nada penuh kekhawatiran.

Namun, yang lebih mengejutkan lagi adalah jawaban dari salah satu perawat. “Dia bilang tidak apa-apa kalau lewat dikit waktunya, masih ada waktu renggang aman,” kata ibu tersebut menirukan pernyataan perawat. Meski demikian, setelah disadari kesalahannya, pihak rumah sakit buru-buru mengganti infus yang sudah terpakai hampir setengahnya itu.

Kelalaian yang Tak Bisa Ditoleransi

Kasus ini jelas mencerminkan bentuk kelalaian yang sangat berbahaya. Cairan infus yang telah melewati masa kedaluwarsa berisiko mengalami perubahan komposisi, berpotensi terkontaminasi, dan bisa menyebabkan efek samping serius bagi pasien, terutama bayi yang daya tahan tubuhnya masih lemah.

Ketika wartawan mengonfirmasi kejadian ini ke bagian informasi rumah sakit, perwakilan RS Hermina menyatakan bahwa mereka akan menelusuri permasalahan ini lebih lanjut. “Kami akan mencari tahu letak permasalahannya dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. Silakan datang kembali hari Senin untuk informasi lebih lanjut,” ujar perwakilan rumah sakit.

Namun, pernyataan ini terasa klise dan seolah hanya sebatas formalitas. Pasalnya, kejadian ini bukanlah sesuatu yang bisa ditoleransi atau dianggap sebagai “kesalahan kecil.” Ini adalah persoalan nyawa pasien!

Pemerhati Konsumen: Ini Bukan Kesalahan Sepele, Ada Sanksi Berat!

Menanggapi kasus ini, Pemerhati Perlindungan Konsumen, Jeffrey Sorongan, menegaskan bahwa rumah sakit tidak bisa menganggap kejadian ini sebagai hal biasa. “Ini adalah bentuk kelalaian medis yang serius. Tidak ada istilah ‘masih aman’ untuk obat atau cairan infus yang sudah kedaluwarsa. Ini melanggar standar kesehatan dan peraturan farmasi yang ketat,” tegasnya.

Menurutnya, rumah sakit harus bertanggung jawab atas keteledoran ini dan harus ada sanksi tegas bagi pihak yang lalai. “Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, setiap obat dan alat kesehatan yang digunakan harus dalam kondisi layak dan belum melewati batas kedaluwarsa. Jika ini dilanggar, rumah sakit bisa dikenai sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional,” jelas Jeffrey.

Selain itu, Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 juga jelas menyatakan bahwa fasilitas kesehatan bertanggung jawab penuh atas layanan yang mereka berikan. “Jika terjadi kelalaian yang merugikan pasien, ada potensi tuntutan hukum yang bisa diajukan oleh keluarga korban,” tambahnya.

Jangan Ada Korban Berikutnya!

Kejadian ini menjadi alarm keras bagi manajemen RS Hermina dan seluruh rumah sakit lainnya. Jika prosedur dasar seperti pengecekan masa berlaku obat saja masih bisa terlewat, bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa layanan kesehatan yang mereka terima benar-benar aman?

Pihak keluarga korban berharap kejadian ini tidak hanya berakhir dengan permintaan maaf atau janji evaluasi tanpa tindak lanjut nyata. “Kami ingin tahu, bagaimana ini bisa terjadi? Apakah ada sistem pengawasan yang lemah? Jika hari ini anak saya yang kena, besok siapa lagi?” tutur sang ibu dengan nada geram.

RS Hermina harus segera memberi penjelasan transparan dan memastikan ada perbaikan nyata dalam sistem mereka. Nyawa pasien bukan untuk diuji coba dengan kelalaian seperti ini. Kita tunggu tindak lanjut mereka pada Senin mendatang—apakah ada langkah tegas atau sekadar janji manis yang biasa kita dengar.

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts