Ngeri! Pemilihan Belum Selesai, Nama Joseph Philip Kambey Sudah Tercantum Sebagai Rektor UNIMA

Manado, KOMENTAR.ID

Pro-Kontra Pemilihan Rektor Unima 2025-2029: Dugaan Manipulasi Informasi Digital dan Integritas Akademik yang Dipertaruhkan

Read More

Pemilihan Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) periode 2025-2029 memasuki tahapan akhir, dengan proses wawancara dan evaluasi yang dijadwalkan berlangsung di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) pada Kamis (30/1/25) di Jakarta. Namun, menjelang finalisasi keputusan, muncul dugaan keberpihakan yang mencederai proses demokrasi akademik.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah beredarnya informasi di berbagai media online yang seolah-olah sudah mengukuhkan salah satu calon, Dr. Joseph Philip Kambey, SE.Ak., MBA, sebagai Rektor Unima ke-13. Bahkan, lebih jauh lagi, Wikipedia resmi kampus telah mencantumkan nama Joseph Philip Kambey sebagai Rektor terpilih, meski faktanya proses wawancara dan evaluasi masih berlangsung, dan pelantikan pun belum dilakukan.

Ketua Senat Unima, Prof. Dr. Herry Sumual, M.Si., menegaskan bahwa pelantikan baru bisa berlangsung setelah seluruh tahapan seleksi rampung dan keputusan final dari Kemendikti Saintek diumumkan. “Prosesnya bisa 1-2 minggu tergantung keputusan kementerian,” ujarnya.

Fenomena ini memunculkan polemik di kalangan akademisi dan masyarakat. Pengamat sosial budaya, Jeffrey Sorongan, menyayangkan adanya indikasi permainan informasi yang bisa merusak integritas dunia pendidikan.

“Jika ada oknum yang terlalu fanatik mendukung salah satu calon dan melakukan cara-cara yang tidak terpuji, seperti mengakali sistem informasi, ini bisa menimbulkan konflik di kemudian hari. Beruntung jika memang menang, tapi kalau sampai kalah? Memalukan. Bahkan jika pun menang, kita harus perangi cara2 tidak beretika,” ujar Jeffrey.

Sorotan ini semakin relevan jika melihat kondisi pendidikan di Sulawesi Utara yang tengah menjadi perbincangan hangat secara nasional, menyusul indeks kualitas SDM yang belum menunjukkan kemajuan signifikan. Jika institusi akademik seperti Unima justru disusupi praktik-praktik yang tidak etis, bagaimana bisa diharapkan menjadi lokomotif peningkatan kualitas pendidikan?

Dugaan Keberpihakan dan Manipulasi Informasi

Dugaan keberpihakan ini semakin diperkuat dengan jejak digital yang menunjukkan adanya kampanye terselubung untuk menggiring opini publik bahwa Joseph Philip Kambey sudah pasti menjadi Rektor. Sejumlah media online diduga turut serta dalam membangun narasi ini, bahkan sebelum hasil wawancara dan evaluasi final diumumkan.

Padahal, hasil pemungutan suara Senat Unima menunjukkan bahwa persaingan masih terbuka. Dalam Pilrek, Dr. Joseph Philip Kambey memperoleh 28 suara, diikuti oleh Dr. Recky Sendouw, SP., MM., Ph.D. dengan 14 suara, serta Dr. Ignatius Javier Tuerah, M.Pd. yang mendapatkan 6 suara. Namun, suara Senat bukanlah faktor tunggal penentu kemenangan, karena masih ada tahapan wawancara dan evaluasi rekam jejak oleh Kemendikti Saintek.

Menjaga Netralitas dan Integritas Akademik

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Unima seharusnya menjadi contoh dalam menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, termasuk dalam proses pemilihan pemimpin. Optimisme dalam mendukung calon adalah hal yang wajar, tetapi fanatisme buta yang sampai mengarah pada manipulasi informasi justru merusak citra universitas itu sendiri.

“Siapa pun yang terpilih nanti, harus kita dukung dan akui sebagai yang terbaik. Yang kita lawan adalah cara-cara yang di luar etika. Karena kita sedang menjaga integritas pendidikan kita, rumah para ilmuan Sulawesi Utara,” tegas Jeffrey Sorongan.

Pemilihan Rektor Unima 2025-2029 menjadi ujian bagi kredibilitas institusi akademik ini. Akankah proses ini tetap berjalan transparan dan berintegritas? Ataukah kepentingan tertentu akan mengorbankan nilai-nilai akademik demi ambisi pribadi? Semua mata kini tertuju pada Kemendikti Saintek untuk memastikan bahwa pemimpin yang terpilih benar-benar adalah yang terbaik, bukan yang paling pandai memainkan opini publik.

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts