Pemadaman di Talaud Sangat Merugikan Masyarakat, Praktisi Hukum Muda Gugat PT. PLN Persero

Talaud
PT PLN Persero ULP Melonguane - Kepulauan Talaud. (Foto :ist)

Melonguane, KOMENTAR.ID  – Pemadaman listrik di seluruh wilayah kabupaten kepulauan Talaud menjadi hal yang sangat memilukan buat seluruh masyarakat pengguna listrik di Talaud, pasalnya setiap hari masyarakat menerima jadwal pemadaman yang membabi buta dengan durasi pemadaman 10 – 12 jam ataupun lebih.

Ini menjadi hal yang harus di perhatikan oleh semua elemen. Baik pemerintah daerah, pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat , sebab ini berlangsung sudah lama sejak kabupaten Kepulauan Talaud terbentuk yaitu sejak tahun 2002.

Jika pemadaman seperti ini terus menerus bisa menimbulkan kerugian secara ekonomi maupun sosial terhadap masyarakat yang pendapatan tergantung pada aliran listrik.

Advokat. Nofrian Maariwuth, S.H, SIP

Praktisi hukum muda Talaud, Advokat. Nofrian Maariwuth, SH., SIP mengambil langkah konstitusional sebagai salah satu warga yang merasa di rugikan untuk membawah seluruh kepentingan umum pengguna listrik di Talaud ini, melalui upaya gugatan secara perdata , PMH (Perbuatan Melawan Hukum) /ganti rugi ke Pengadilan Negeri Melonguane.

“Saya secara pribadi telah  mangajukan gugatan ini. Sangat merasa prihatin atas tindakan perusahaan plat merah ini yaitu PT. PLN persero di Talaud, sebab ini merupakan hak yang tidak perlu lagi tanyakan, ada apa seorang pengacara menggugat PLN. Gugatan sudah mendapat nomor perkara 3/Pdt.G/2025/PN Mgn,” ujar  Maariwuth, Kamis (16/1/2025).”Pemadaman yang membabi buta ini sudah melebihi batas rasa kemanusiaan. Bayangkan masyarakat musti menunggu 10 – 12 jam baru mendapatkan aliran listrik. Bagimana semua urusan rumah tangga, pendapatan kebutuhan rumah tangga dan sebagainya tergantung pada listrik ?. Ini kan melemahkan bahkan mematikan ekonomi masyarakat bahkan secara sosial punya sangat-sangat terganggu,” Kunci pengacara Maariwuth.

“Tolong PLN, diperbaiki. Pemadaman listrik di Talaud ini membuat masyarakat menderita, barang-barang elektronik pada rusak. Memohon kepada pemerintah dan Pihak PLN tolong perbaiki,” pinta satu warga di Taluad, Mariot Golung.

(Serly)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts