Bitung, KOMENTAR.ID
Kondisi kritis keuangan Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), telah menimbulkan gejolak di antara aparatur sipil negara (ASN).
Kondisi ini pula disebut-sebut jadi pemantik demo berjilid-jilid sejumlah abdi negara di Kota Cakalang yang meminta tunjangan Tambahan Pendapatan Pegawai (TPP) dan hak lainya, agar segera dibayarkan.
Tak menarik dari aksi berjilid-jilid ini ialah kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kota Bitung, Febri Sambode, di demo terakhir yang sekaligus menjadi orator.
Kehadiran Sambode dengan mengenakan baju bertuliskan APIP ini, menarik perhatian Aktivis Robby Supit.
Menurutnya, kehadiran Sambode pada demo tersebut adalah pengalihan isu. Pasalnya, saat ASN Pemkot Bitung sedang meradang akibat keterlambatan TPP, Sambode justru diduga sedang membangun hunian mewah.
“Kuat dugaan saya, dia (Sambode) hanya ingin mengalihkan perhatian agar rumah mewahnya yang sedang dibangun, tidak ketahuan orang,” beber Supit.
Di satu sisi, ia menilai bahwa kehadiran Sambode pada aksi demo ASN tersebut adalah upaya mencari suaka menyelamatkan jabatan dan kepentingan pribadi.
“Dia koar-koar soal kesulitan ekonomi lantaran TPP tak kunjung dibayar. Sekarang saya tantang beliau audit harta kekayaannya, saya yakin justru hartanya meningkat,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia mendesak Kejari Bitung untuk segera mengusut kekayaan Plt Inspektur Kota Bitung yang diduga tidak wajar.
“Kami menduga ada yang tidak beres pada kekayaan beliau. Saya yakin kekayaannya bertambah secara tidak wajar setelah memegang jabatan inspektur, karena itu kami mendesak Kejari Bitung untuk memeriksa Plt Inspektur Kota Bitung,” serunya.
[VK/KID]






