Minut, KOMENTAR.ID
Bupati Joune JE Ganda SE, MAP, MM, M.Si dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung SH, MH (JGKWL) sepertinya harus menaruh perhatian serius kepada sosok pejabat yang satu ini. Betapa tidak, di awal tahun 2023 ini, sang pejabat telah berhasil bikin nama JGKWL beberapa kali disorot publik.
Ironisnya, sorotan itu bukan soal prestasi, tapi sebaliknya menyangkut kinerja yang tidak maksimal. Pejabat ‘hebat’ yang dimaksud adalah Direktur Utama RSUD Maria Walanda Maramis (MWM), dr Joice Katuuk.
Diketahui, dalam kurun waktu 4 bulan terakhir ini, pejabat yang sebelumnya adalah staf di Dinas Kesehatan Kabupaten Minut ini telah membuat kebijakan yang menuai pro dan kontra di ruang publik.
Beberapa di antaranya adalah kebijakan merumahkan sejumlah THL yang sudah puluhan tahun mengabdi dengan alasan tidak rasional, Memotong tunjangan para tenaga medis serta melakukan pembiaran terhadap sejumlah pasien.
Mirisnya, mencuat kabar terbaru lembaga yang dipimpinnya dianggap kurang mendukung terobosan JGKWL dengan menarik biaya kepada sejumlah pasien peserta selebrasi paskah remaja sinode GMIM yang notabene Ketua Panitianya adalah Bupati Minut Joune JE Ganda sendiri.
Kondisi ini kian diperparah lantaran beberapa RS Swasta di Minut justru tidak memungut biaya terhadap pasien dengan kasus yang sama. Dr Joice sendiri ketika dikonfirmasi perihal sorotan publik terhadap kinerja jajarannya lagi-lagi tak merespons.
Dihubungi via ponselnya, pejabat yang memang enggan bersahabat dengan pers ini juga tidak menjawab. Akan hal ini, sejumlah kalangan mendesak Bupati mengeliminasi figur ‘hebat’ ini.
“Gantilah dengan orang yang lebih bagus bekerja serta sejalan dengan pimpinan,” desak Anthoni Dumais, Minggu (16/4/2023).
Respons yang sama juga diperlihatkan salah satu pemerhati pemerintah, Wiliam Luntungan. Ia menilai apa yang diperlihatkan dr Joice selama ini sudah sepantasnya mendapat atensi JGKWL.
“Masalahnya bukan baru satu atau dua kali nama Bupati dan Wakil Bupati menuai sorotan negatif akibat ulah pejabat ini, tapi sudah berulang kali. Di awal tahun ini saja saya hitung-hitung sudah tiga kali terjadi,” ujar Luntungan.
Karenanya sosok yang dikenal vokal ini meminta pimpinan daerah mengambil sikap. “Jangan sampai ulang satu orang kemudian memberi dampak negatif yang lebih luas,” tegasnya.
Sekadar diketahui, baru-baru ini sempat viral video keluhan sejumlah pembina remaja terkait adanya pungutan dari RS MWM.
Mereka mempertanyakan kepada bupati kenapa di RS Swasta mereka tidak dikenakan biaya sedangkan di RS Pemerintah justru diharuskan membayar layanan medis.
[***/ein]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.