Warning Sekda Lynda Watania ke Kumtua soal Dana Desa: Jangan Coba-coba Main!

Minahasa, KOMENTAR.ID

Tak bisa dipungkiri, dana desa yang turun ratusan bahkan miliaran rupiah sering membuat para hukum tua (Kumtua) dan perangkatnya, tergiur untuk minilep.

Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Lynda Watania mengingatkan peemrintah desa untuk tidak main-main dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Ingat sesen pun keuangan negara itu harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Jadi, jangan coba-coba main! (dana desa)!” warning wanita karir yang pertama menaiki DB 6 Minahasa ini.

Kepada para hukum tua, sekretaris desa dan perangkat yang hadir di forum yang membahas pengelolaan keuangan desa di Yama Resort Tondano, Selasa (20/06/2023) mengatakan, desa yang tidak mempublikasikan apa yang digunakan di dalam APBDes, merupakan pelanggaran.

“Jika memang Alokasi Dana Desa (ADD) di suatu desa Rp1,2 miliar atau Rp800 juta, paparkan angka-angka itu di kantor atau di tempat yang masyarakat bisa baca. Paparkan sumbernya dari mana, inputnya apa. Lalu pelaksanaannya bagaimana, output-nya seperti apa. Sehingga aman untuk bekerja,” tegasnya.

Jadi, lanjut ibu dari Glorya Ivenda dan Marelda Irene, terkait dengan penyelenggaraan APBDes itu, dengan item-item yang sudah direncanakan harus dibuktikan.

“Saat kita mendapatkan kepercayaan atau mandat baik sebagai kepala desa, sekretaris desa atau pun perangkat desa, maka laksanakan itu dengan penuh rasa tanggungjawab,” tukasnya.

Istri Elrico HE Wilar ini menyebutkan semua bantuan pemerintah yang dikuncurkan ke desa dalam rangka menjawab kepentingan-kepentingan masyarakat yang paling hakiki.

“Tujuan dari kegiatan ini supaya aparatur desa yang ada di Kabupaten Minahasa memiliki kompetensi yang dapat diandalkan dari segi pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku. Terutama dalam melaksanakan pelayanan publik yang profesional kepada masyarakat,” urainya.

Selain itu juga, aparatur desa harus memiliki kompetensi agar bisa menyelenggarakan APBDes dengan baik. Sebab, dalam menggunakan APBDes ada banyak aturan-aturan yang harus dipatuhi.

Pada bagian akhir dia mengajak para hukum tua beserta perangkat desa untuk terus melakukan berbagai terobosan, berinovasi agar dapat menghasilkan karya-karya baru dengan ide-ide cemerlang dang kreatif.

[ste/kid]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts