Tahuna, KOMENTAR.ID
Sejak diresmikan awal tahun 2023, Mall Trikora Tahuna masih belum maksimal berfungsi, terutama pemilik kios-kios dan penjual makanan masih enggan menempatinya.
Imbasnya, kawasan perbelanjaan pusat kota Tahuna kini terlihat kumuh oleh tempat jualan sementara para pedagang Trikora yang mulai usang karena hanya terbuat dari bahan tripleks tanpa dicat.
Yang cukup parah dan sangat merusak estetika keindahan pusat kota Tahuna, terutama kios-kios sementara yang berada di sepanjang drainase induk atau got besar di jalan depan Polsek Tahuna hingga ke kompleks Pintu Air Kelurahan Soataloara II.
Tidak hanya itu, kawasan Pelabuhan Tua (Peltu) Boulevard Tahuna juga masih dipenuhi kios-kios sementara yang kondisinya juga tidak jauh berbeda dengan bangunan kios di sepanjang jalur got besar.
“Ini lantaran Mall Trikora belum ditempati sehingga para pedagang enggan membongkar kios sementara, dan berimbas pusat kota Tahuna kini terlihat kumuh. Bikin heran, masak Trikora so selesai dibangun November tahun lalu dan baru diresmikan awal tahun ini, lalu belum maksimal berfungsi. Ada apa ini ?” ungkap beberapa warga Tahuna penasaran.
Agar pedagang dapat segera menempati Trikora, terlebih untuk menepis isu-isu miring yang telah mencuat jika ada permainan orang dalam, termasuk isu adanya kepemilikan kios orang-orang baru yang bukan pedagang asli Trikora, perlu sikap tegas Pemkab Sangihe, bahkan DPRD diminta menggelar rapat dengar pendapat
“Jangan sampai bangunan yang menelan anggaran puluhan miliyar ini mubazir, kami mohon sikap tegas Pemkab Sangihe, bahkan DPRD dapat menggelar hearing agar jelas apa permasalahan Trikora,” ungkap Julius, warga Tahuna.
Sementara terkait masih enggannya pedagang menempati kios Trikora, Kadis Perindag, Abdul Rifai Mahdang beralasan karena lantai kios-kios tidak ada ubin hanya lantai biasa serta terkendala air.
“Itu salah satu kendala pedagang enggan menempati kios. Tapi sudah ada beberapa pedagang yang menempatinya meski mereka menggunakan karpet untuk mengalas lantai kios,” jelas Abdul Rifai dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Namun pihak kontraktor pelaksana proyek Trikora ketika dikonfirmasi terkait ubin yang tidak dipasang di semua kios, termasuk kendala air, langsung menyebut itu hanya alasan saja, sebab kontraktor sudah bekerja sesuai dengan perencanaan bangunan, dan soal ubin itu memang tidak ada dalam perencanaan bangunan.
[Verry Bawoleh]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.