Tahuna, KOMENTAR.ID
Sejarah Bupati di Kepulauan Sangihe belum ada satu orang pun yang mampu menembus jabatan Bupati dua periode penuh atau selama 10 tahun.
Karena itu jangan heran jika jabatan Bupati dua periode ini telah dianggap sebuah mitos, sebab daerah lainnya di kawasan Nusa Utara, seperti Kabupaten Talaud dan Kabupaten Sitaro sudah mengalami Bupati dua periode.
Nah, seiring tinggal setahun lebih pelaksanaan Pilkada Sangihe, untuk saat ini, hanya ada dua figur yang memiliki peluang memecahkan mitos tersebut, dengan catatan kedua figur dimaksud harus diusung masing-masing parpol.
Lalu siapa kedua figur itu ?, tentunya Hironimus Rompas Makagansa (HRM), Bupati Sangihe periode 2011-2016 dan Jabes Ezar Gaghana (JEG), Bupati Sangihe periode 2017-2022.
Peluang HRM maupun JEG bisa dikata cukup terbuka untuk bisa menjadi calon Bupati jika melihat posisi keduanya yang sama-sama menahkodai parpol langganan peserta Pilkada, yakni HRM Ketua DPC PDIP sedangkan JEG Ketua DPD II Partai Golkar Sangihe.
Meski begitu, Jabes masih dianggap lebih memiliki kans kuat untuk jadi Calon Bupati (Cabup) sebab pengurus Golkar Sangihe sudah mengusulkan Jabes akan diusung Golkar pada Pilkada 2024.
Lain halnya dengan Hironimus yang sepertinya masih bisa terganjal oleh figur internal PDIP lainnya, seperti Fransiscus Andy Silangen (Ketua DPRD Sulut), Ferdy Sondakh (Wakil Ketua DPRD Sangihe, bahkan Rinny Tamuntuan yang saat ini menjabat Penjabat Bupati Sangihe.
“Memang dalam sejarah Pilkada Sangihe hanya PDIP-Golkar yang baku ganti menang. Begitupun meski Cabup yang akan diusung belum bisa dipastikan, akan lebih seru jika HRM-JEG dapat bertarung kembali sehingga siapapun yang menang berpeluang memecahkan mitos Bupati dua periode,”ungkap sejumlah warga Sangihe.






