Tersinggung, FPG DPRD Sulut Walk Out di Rapat Ranperda Protokol Covid

  • Whatsapp
Rasky
Legislator Fraksi Golkar, Rasky Mokodompit. [ROLLY SONDAKH/KOMENTAR.ID]

Manado, KOMENTAR.ID

Pemandangan menarik tersaji dalam Rapat Konsultasi Pimpinan DPRD Sulut, Fraksi-fraksi bersama Biro Hukum dan Dinas Kesehatan terkait Ranperda Protokol Covid-19, Senin (22/2/2021) pagi.

Fraksi Partai Golkar saat itu melakukan aksi walk out saat rapat berlangsung. Sikap Fraksi Golkar tersebut bukan tanpa alasan.

Seperti disampaikan Ketua FPG Raski Mokodompit. Menurutnya, Fraksi Partai Golkar seakan sudah tidak dibutuhkan lagi dalam pembahasan Ranperda Protokol Covid-19.

“Dalam rapat tadi, Melky Pangemanan telah mengatakan bahwa dari lima fraksi, sudah tiga fraksi yang telah memasukan pendapat akhir fraksi, sedangkan dua fraksi belum memasukannya yakni FPG dan Demokrat. Dan hal ini seakan bahwa Melky Pangemanan sudah tidak membutuhkan lagi pemandangan dari FPG karena dia mengatakan tadi bahwa pembahasan dilanjutkan saja,” jelas Rasky Mokodompit di ruang kerjanya.

Dengan alasan itu, ia mengajak seluruh personil FPG untuk keluar dari ruang rapat.

“Saya tidak terlalu mempersoalkan teknisnya dan terkait pembahasannya, tapi saya membahas produk hukumnya untuk menjaga kewibawaan gubernur dan menjaga tanggapan-tanggapan masyarakat nantinya,” katanya.

Mokodompit sendiri menegaskan, seseorang yang berpendidikan, dapat membedakan penyampaian atau kalimat dalam forum resmi.

“Jadi tadi ketika MJP menyinggung Fraksi Partai Golkar dan Demokrat, kami FPG merasa sangat tersinggung karena tidak membutuhkan Golkar lagi. Itukan bahasa yang disampaikan MJP tadi di ruang rapat. Semua orang berhak memberikan pendapat, entah itu diranahnya atau bukan. Kalau kita berpendidikan pasti kita tahu mana yang baik disampaikan, mana kalimat-kalimat berteman dan mana kalimat-kalimat untuk mengajak bermusuhan,” tambah Mokodompit.

 

[rol/kid]

Related posts